Jumat, 19 Februari 2021

Kenal Lebih Jauh Mengenai "ASMA"

Hai brothaa and sista yang ada diluar sanaaa...gimana nih kabarnya? Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dimasa pandemi ini...

Hari ini kita belajar tentang Asma yuk, yang sekarang sedang punya penyakit asma pasti sudah hapal sekali ya, tapi semoga dengan tambahan ilmu sedikit dari kami, bisa lebih mengetahui penyakitnya. Nah nggak usah lama-lama langsung kita mulai ya...

Asma adalah penyakit inflamasi kronis saluran pernafasan yang dihubungkan dengan hiperresponsif, keterbatasan aliran udara yang reversible dan gejala pernafasan.

Asma dapat ditemukan pada laki – laki dan perempuan di segala usia, terutama pada usia dini. Perbandingan laki – laki dan perempuan pada usia dini adalah 2:1 dan pada usia remaja menjadi 1:1. Prevalensi asma lebih besar pada wanita usia dewasa. Laki-laki lebih memungkinkan mengalami penurunan gejala di akhir usia remaja dibandingkan dengan perempuan.

Hasil penelitian International Study on Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC) pada tahun 2005 menunjukkan bahwa di Indonesia prevalensi penyakit asma meningkat dari 4,2% menjadi 5,4%. Diperkirakan prevalensi asma di Indonesia 5% dari seluruh penduduk Indonesia, artinya saat ini ada 12,5 juta pasien asma di Indonesia.


Faktor resiko asma dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

a.    Atopi

Hal yang diturunkan adalah bakat alerginya, meskipun belum diketahui bagaimana cara penurunannya. Penderita dengan penyakit alergi biasanya mempunyai keluarga dekat yang juga alergi. Dengan adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asma bronkial jika terpajan dengan faktor pencetus.

b.   Hiperreaktivitas bronkus

Saluran pernapasan sensitif terhadap berbagai rangsangan alergen maupun iritan.

c.    Jenis Kelamin

Perbandingan laki – laki dan perempuan pada usia dini adalah 2:1 dan pada usia remaja menjadi 1:1. Prevalensi asma lebih besar pada wanita usia dewasa.

d.   Ras

e.    Obesitas

Obesitas atau peningkatan Body Mass Index (BMI) merupakan faktor resiko asma. Mediator tertentu seperti leptin dapat mempengaruhi fungsi saluran pernapasan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya asma. Meskipun mekanismenya belum jelas, penurunan berat badan penderita obesitas dengan asma, dapat mempengaruhi gejala fungsi paru, morbiditas dan status kesehatan.


Beberapa faktor pencetus yang sering menjadi pencetus serangan asma adalah :

1.   Faktor Lingkungan

a.    Alergen dalam rumah

b.   Alergen luar rumah

2.   Faktor Lain

a.    Alergen makanan

b.   Alergen obat – obat tertentu

c.    Bahan yang mengiritasi

d.   Ekspresi emosi berlebih

e.   Asap rokok bagi perokok aktif maupun perokok pasif

f.    Polusi udara dari dalam dan luar ruangan

Proses inflamasi kronik ini berhubungan dengan peningkatan kepekaan saluran napas sehingga memicu episode mengi berulang, sesak napas, batuk terutama pada malam hari. Hiperresponsivitas saluran napas adalah respon bronkus berlebihan yaitu penyempitan bronkus akibat berbagai rangsangan spesifik dan non-spesifik.

Diagnosis dapat ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan penunjang.

·     Anamnesis

Anamnesis meliputi adanya gejala yang episodik, gejala berupa batuk, sesak napas, mengi, rasa berat di dada dan variabiliti yang berkaitan dengan cuaca. Faktor – faktor yang mempengaruhi asma, riwayat keluarga dan adanya riwayat alergi.

·      Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik pada pasien asma tergantung dari derajat obstruksi saluran napas. Tekanan darah biasanya meningkat, frekuensi pernapasan dan denyut nadi juga meningkat, ekspirasi memanjang diserta ronki kering, mengi.

·       Pemeriksaan Laboratorium

Darah (terutama eosinofil, Ig E), sputum (eosinofil, spiral Cursshman, kristal Charcot Leyden).

·      Pemeriksaan Penunjang

o  Spirometri

Spirometri adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur faal ventilasi paru. Reversibilitas penyempitan saluran napas yang merupakan ciri khas asma dapat dinilai dengan peningkatan volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP1) dan atau kapasiti vital paksa (FVC) sebanyak 20% atau lebih sesudah pemberian bronkodilator.

o  Uji Provokasi Bronkus

Uji provokasi bronkus membantu menegakkan diagnosis asma. Pada penderita dengan gejala sma dan faal paru normal sebaiknya dilakukan uji provokasi bronkus. Pemeriksaan uji provokasi bronkus merupakan cara untuk membuktikan secara objektif hiperreaktivitas saluran napas pada orang yang diduga asma. Uji provokasi bronkus terdiri dari tiga jenis yaitu uji provokasi dengan beban kerja (exercise), hiperventilasi udara dan alergen non-spesifik seperti metakolin dan histamin.

o  Foto Toraks

Pemeriksaan foto toraks dilakukan untuk menyingkirkan penyakit lain yang memberikan gejala serupa seperti gagal jantung kiri, obstruksi saluran nafas, pneumothoraks, pneumomediastinum. Pada serangan asma yang ringan, gambaran radiologik paru biasanya tidak memperlihatkan adanya kelainan.

Pengobatan non-medikamentosa

·       Penyuluhan

·       Menghindari faktor pencetus

·       Pengendali emosi

·       Pemakaian oksigen

Pengobatan medikamentosa

Pengobatan ditujukan untuk mengatasi dan mencegah gejala obstruksi jalan napas, terdiri atas pengontrol dan pelega.

Hmmm...sepertinya cukup segini dulu aja ya materinya, semoga bermanfat bagia brothaa and sistaa semua...See you soon ya guys when i see you next time, Bye guys! stay Beauty, Young and Wild yha!

Selasa, 16 Februari 2021

Review Drama Korea True Beauty, No Spoiler!

Assalamu'alaikum brothaa and sistaaa diluar sana..hayo loh pada ngapain masih pandemi gini? Gabut dirumah dan sibuk pelajaran daring? Nah mending kita nonton drama korea True Beauty yang lagi hittsss nih di mana-mana! Yang belum nonton cuussss baca review dulu bisa kali sebelum nonton hehee...

True Beauty diadaptasi dari sebuah komik webtoon dengan judul The Secret of Angel karya YaongYi. Komiknya di webtoon menjadi urutan pertama dibaca karena dari gambar tokohnya begitu nyata dan bagus. Saya pun menjadi salah satu fans yang membaca komiknya lol. Saya sudah mengikuti drama nya sampai tamat di akhir episode 16. Nah berikut kilasan reviewnya, cekidot....


IDE CERITA

Ketidaksempurnaan rupa, saya rasa itu adalah ide cerita dari drama/komik ini pada awalnya. Menceritakan tentang seorang gadis yang dilahirkan tidak cantik, yang mendambakan kehidupan sekolah dan percintaan dengan lebih baik. Halah, cuma nggak cantik aja mah drama lain juga ada kaleee..woii jangan underestimate dulu yaasss...setiap drama punya konsep yang berbeda walaupun kadang ide cerita nya nggak jauh jauh yaa...


ALUR CERITA

Dalam drama ini, alur dibuat maju dan diringkas dengan apik dan rapi. Beberapa alur diambil dari sisi lain yang terjadi pada karakter lain sehingga membuat drama ini tidak membingungkan bagi penonton kaum rebahan yang ogah banyak mikir...Ada beberapa kilas balik yang diceritakan, tapi sama sekali tak membuat drama ini membingungkan.


PEMILIHAN KARAKTER

Drama ini dibintangi oleh kebanyakan bintang baru, dengan wajah yang lebih fresh dan tentu saja memanjakan mata. Bagi penikmat drama korea, visual itu penting kan...hahahaaa...

Bintang-bintang yang mengisi antara lain:

Moon Ga-Young sebagai Lim Ju-Kyung
Cha Eun Woo sebagai Lee Su-ho
Hwang In-Yeop sebagai Han Seo-Jun
Park Yoo-Na sebagai Kang So-Jin
Kang Min-Ah sebagai Choi So-Ah
Dan masih banyak bintang lain nya lagi guyss...
Untungnya, dalam drama ini, pemilihan karakter dan pemainnya bisa memainkan peran nya dengan baik dan membuat jalan cerita yang diharapkan bisa hidup. Semua pemeran bermain dengan baik dan tidak ada yang overpowering.

PESAN MORAL YANG BISA DIAMBIL

Dari drama ini kita belajar bahwa terkadang menjadi cantik itu bisa menguntungkan dalam beberapa hal. Tapi, cantik sajapun tidak cukup untuk membuat semua orang menyukaimu. Ada beberapa lelaki yang populasinya harus kita lestarikan karena amat sangat langka, yaitu tidak memandang fisik dan rupa untuk mencintai. Ada memang, tapi kau entah dimanaa...ahahahaa tereakan isi hati netijenn jombloo...


Dari drama ini kita bisa belajar betapa tulusnya Suho untuk mencintai Ju-Kyung yang sedari awal tahu muka jeleknya. 


Dan betapa lapang dadanya Seo-Jun yang melepaskan Ju-Kyung untuk mencintai orang lain. Kisah cinta karakter lainpun dalam drama ini tidak kalah seru dan menggelikan ya guys..aku sarankan kalian harus nonton sendiri sampai tamat!


PENILAIAN DRAMA


Untuk drama ini, aku pribadi memberikan nilai 8.9/10 alias baguuussss! Drama ini memberikan nuansa baru dan fresh untuk jiwa hampa kita yang rindu liburan di masa pandemi ini. Terima kasih untuk penulis novel dan semua pemain serta kru Drama nya! Kalian Luar Biasa...kiisss..kisss :*
Oke deh sekian untuk review kali ini, See you soon ya guys when i see you next time, Bye guys! Stay Beauty, Young and Wild yha!

Mitos dan Fakta Demam pada Anak

Assalamu'alaikum wr. wb....Haihaiii kembali lagi nih dengan saya, kali ini yuk kita bahas mengenai demam ya bund....Apalagi jika demam ini melanda si buah hati tercinta kita, nah untuk itu bunda and moms diluar sana harus smart ya mengenai bahasan ini! Eitss jangan diskip...biar dapat pengetahuan nya full ya bun and moms... 


Demam adalah suatu kondisi dimana ditandai dengan kenaikan suhu tubuh diatas normal pada anak. Dikatakan demam bila telah terjadi kenaikan suhu diatas atau sama dengan 38 derajat yang diukur dengan termometer ya bund...jadi jangan sampe ada ibu-ibu yang lapor dan panik bilang, "wah anak saya sepertinya demam dok..." waktu saya tanya, "sudah ibu ukur suhunya dirumah?" dan si emak-emak tersebut menjawab, "enggak dok, saya pegang aja tadi jidatnya, tapi saya tahu itu demam" 


Allahu akbar! Bund...tolong ya dirumah itu termometer wajib punya! Itu senjata andalan anti panik! Jaman sekarang, termometer digitalpun sudah banyak merk dan harganya juga terjangkau, mulai dari yang murah sampai mahal. Dengan termometerpun kita jadi bisa tahu kapan mulai meminumkan obat demam pada anak ya bund... 

Nah untuk itu berikut ini Mitos dan Fakta seputar DEMAM: 

1. Kalo anak demam itu harus dikompres pakai air dingin!


MITOS! Hell No! Ketika anak demam, maka kompres yang dianjurkan adalah kompres air hangat bukan air dingin! Tubuh kita itu ajaib bund diciptakan nya. Ketika udara diluar dingin, tubuh kita secara otomatis akan berespon dengan menaikkan suhu dalam tubuh kita supaya kita tidak kedinginan. Nah hal itulah juga yang terjadi jika kita mengompres dengan iar dingin. Demam nya turun sebentar, tapi demam ulangan nya akan lebih tinggi suhunya dari demam awalnya. 

2. Kalo anak demam itu jangan buru-buru diberi minum obat demam 


FAKTA, biarkan tubuh berespon dengan gejala penyakit yang terjadi. Tubuh juga punya mekanisme mempertahankan diri ya bund dari kuman dan virus yang menyerang. Ketika termometer menunjukkan angka diatas angka 38,0 maka bunda dan moms sudah waktunya untuk memberikan anak obat penurun panas sesuai dosis yang tertera. Maka dari itu, ini penting sekali kita memiliki termometer dirumah. 

3. Anak demam itu tanda mau tambah pinter! 


MITOS! Wah ketawa sih dengernya....demam itu adalah respon tubuh terhadap infeksi yang sedang berlangsung ditubuh kita ya bundaa...jadi pintar atau tidaknya anak kita bukan demam yang menentukan. Bisa bunda dan moms bayangkan dong jika tiap kali bertambah pintar maka anak kita harus demam dulu, ya ampun kasian nya anak.... 

5. Demam tinggi yang tidak diobati akan menyebabkan kejang 


FAKTA, demam harus segera diturunkan, jika tidak, maka akan sama halnya dengan konsleting listrik. Jika daya listrik dirumah diluar kapasitasnya, maka akan terjadi konsleting, begitu juga dengan otak. Pengatur suhu tubuh kita itu ada didalam otak, jika batas ambang demam telah dilampaui, maka akan terjadi kerusakan pada pengaturan suhu diotak yang mengakibatkan timbulnya gejala kejang saat demam. 

Nah itu tadi adalah beberapa hal yang berkaitan dengan MITOS dan FAKTA demam pada anak ya bund and moms...semoga sedikit info ini bisa membantu memperpintar isi kepala ibu-ibu muda yang baru jadi orang tua agar tidak panik. See you soon ya guys when i see you next time, Bye guys! Stay Beauty, Young and Wild yha!

Jangan lupa simak : Review Drama True Beauty