Minggu, 25 Januari 2015

Windstruck

Hei...uda lama gak nulis di blog ini, sibuk sih ngurus penempatan dines di luar kota. Oke kali ini kita akan coba bahas tentang film korea dengan genre mengharukan ya...
WINDSTRUCK
Di film ini mengisahkan tentang seorang wanita dengan pekerjaan polisi atau polwan yang akhirnya jatuh cinta dengan seorang guru SMA. Dibintangi oleh Gianna Jung yang mukanya masih sama dari dulu sampai sekarang sama2 cantiknya. Si cewek ini bernama Yeo Kangjin dan si guru SMA nya bernama myung woo.
Ini adegan pertama kali mereka bertemu. Kangjin dengan jiwa polwan nya menyangka kalau myungwoo adalah seorang pencopet padahal myungwoo sedang berusaha mengejar si pencopet asli malah di tangkap oleh Kangjin. Lama kelamaan Kangjin jadi jatuh hati dengan sosok myungwoo yang pemalu dan ramah. Kangjin ini tipe pacar yang galak dan tidak mau mengatakan maaf kalau salah. Tapi kisah cinta mereka tidak berakhir baik dan bahagia.
Saat myungwoo mengajak Kangjin untuk pergi wisata kesebuah padang rumput myungwoo pernah berkata "jika aku mati nanti aku ingin menjadi angin, jadi kalau kau merasa angin bertiup maka itulah aku". Kejadian mengerikan menimpa mereka saat akan kembali ke kota, saat melewati jalan bukit, timbunan batu jatuh tepat di jalanan saat mobil mereka melintas, myungwoo menghindari bongkahan batu tapi akhirnya malah mobil mereka yang jatuh ke sungai. Saat itu Kangjin matimatian menyelamatkan Myungwoo yang pingsan. Dilain kesempatan, saat Kangjin sedang bertugas meringkus penjahat dan baku tembak terjadi saat yang bersamaan myungwoo juga ada ditempat itu karena myungwoo mengkhawatirkan Kangjin malah terkena peluru nyasar dari polisi lain yang sedang memburu penjahat tersebut. Kali ini Kangjin tidak bisa menyelamatkan nyawa myungwoo dan myungwoo meninggal. Sepeninggalnya myungwoo, Kangjin yang cinta setengah mati menjadi dilanda kesedihan yang dalam dan berusaha keras untuk bunuh diri menyusul Myungwoo. Beberapa kali Kangjin bunuh diri tapi selalu saja nyawanya tertolong, sampai akhirnya dia ingat kalau kapanpun Kangjin merasakan angin bertiup disekitarnya itulah saat myungwoo ada disana.


Kangjin yang tak hilang akal akhirnya membuat kincir angin dari kertas majalah dan menempatkannya dihampir seluruh penjuru rumahnya supaya dia tau saat angin berhembus. Dan pada hari tepat ke 49 myungwoo meninggal akhirnya dia menampak kan diri didepan Kangjin dan menasehatinya bahwa dia sekarang sudah bahagia sempat mengenal Kangjin dan memang takdirnya mencintai Kangjin sampai mati.
Dia berpesan pada Kangjin supaya berhenti melakukan perbuatan bunuh diri karena percuma saja umur Kangjin masih jauh dari kematian dan menyuruhnya untuk hidup bahagia karena suatu saat nanti bila Kangjin telah tiada dan mereka bertemu kembali, myungwoo ingin mendengar semua cerita bahagia Kangjin selama hidup didunia.



1 komentar:

  1. Waaah... nulis lagi. dan korea lagi. hahaha.. semangaatttt

    BalasHapus